Begini Cerita Dibalik Asal Usul Reog Ponorogo yang Wajib Dibaca

asal usul reog ponorogo

Mengenal asal usul reog ponorogo tentu cukup penting karena kesenian tradisional ini sudah diakui sebagai warisan budaya leluhur tanah air.

Kesenian reog dijamin dikenal luas masyarakat Indonesia karena memang berkembang pesat dan mudah dijumpai di berbagai pertunjukan, baik di teater maupun di jalanan.

Namanya semakin melambung manakala Malaysia mengklaim reog ponorogo sebagai budaya asli mereka.

Asal Usul Reog Ponorogo Dalam Bahasa Jawa

asal usul reog ponorogo

Jika membahas mengenai masalah asal usul reog ponorogo maka akan menemukan banyak versi, tercatat ada lima versi yang beredar di masyarakat. Namun yang pasti setiap versi ini berakhir sama yakni mencetuskan sebuah kesenian tradisional bernama reog.

Kesenian satu ini menjadi salah satu kesenian dari tanah Jawa Timur, tepatnya di Ponorogo. Maka namanya pun reog ponorogo yang sudah menyebutkan aslinya dari mana.

Berdasarkan nama inilah dalam sidang PBB beberapa tahun lalu akhirnya diakui bahwa Indonesia adalah pemilik kesenian tersebut.

Sebab diusut dari beberapa catatan sejarah banyak orang Ponorogo yang hijrah di Malaysia kemudian mementaskan kesenian reog.

Rupanya kesenian ini berkembang pesat di tanah Melayu tersebut dan sudah mulai berkembang sejak lama. Maka diakui atau diklaim sebagai warisan budaya mereka.

Reog sebenarnya sudah dikenal baik oleh masyarakat Indonesia sebab tak hanya dipentaskan di Ponorogo yang menjadi pusat asal usul reog ponorogo tersebut.

Melainkan juga dipentaskan di berbagai kota dan daerah, apalagi ada unsur magis dalam setiap pementasan. Penggunaan barong berkepala singa dan memiliki rambut ekor merak menjadi aktor utama dalam kesenian ini.

Asal Usul Reog Ponorogo Jawa Timur

asal usul reog ponorogo

Jika mencari asal usul reog ponorogo maka akan menjumpai banyak versi, namun yang paling populer adalah cerita rakyat yang berkaitan dengan Putri Sanggalangit yang disebut dari kerajaan Kediri.

Konon sang putri yang sudah cukup umur hendak dinikahkan oleh sang raja Kediri dengan beberapa calon kompeten. Putri pun tak bisa mengelak keinginan ayahnya apalagi sudah ada beberapa pangeran yang datang meminang.

Untuk berkelit Putri Sanggalangit berinisiatif mengajukan persyaratan pada pangeran yang melamar, yakni menghadirkan sebuah pertunjukan. Pertunjukan tersebut menampilkan 140 penunggang kuda kembar dan pangeran pun wajib membawa hewan berkepala dua.

Sekian pangeran yang hadir meminang rupanya hanya tinggal dua pangeran saja yang sudi menerima persyaratan tersebut, yakni Pangeran Kelana dan Pangeran Singabarong.

Sayembara

Sayembara pun dimulai dengan pulangnya kedua pangeran ke kerajaan asalnya, dan masing-masing mulai mengumpulkan syarat yang diminta sang putri.

Pangeran Kelana sudah memiliki 140 penunggang kuda kembar dan mulai sedikit kesulitan mencari hewan berkepala dua.

Namun tak putus akal beliau kemudian berpikir menggantikan hewan berkepala dua ini dengan merak kesayanganya yang konon memiliki bulu sangat rupawan.

Pangeran Kelana berharap kecantikan dari merak ini mampu meluluhkan hati sang putri ketika menyaksikan pertunjukan yang dipentaskanya.

Bisa ditebak memang bahwa pertunjukan inilah yang nantinya menjadi asal usul reog ponorogo yang populer hingga sekarang.

Jadi, setelah memutuskan membawa merak kesayanganya maka sang pangeran beserta rombongan melakukan perjalanan ke kerajaan Kediri menghadap sang putri dan raja.

Sayang di tengah perjalanan hambatan muncul dan menghentikan langkah Pangeran Kelana lantaran ada singa ganas yang menyerang rombongan. Nyaris separuh rombongan habis dibunuh sang singa ganas tersebut dan sempat membuat Pangeran Kelana gelisah.

Namun tanpa disangka merak kesayanganya mendadak terbang ke punggung singa ganas tadi dan mulai mencucuk kutu-kutu di punggung sang singa.

Rupanya singa tersebut sempat menahan gatal karena banyaknya kutu yang menempel di tubuhnya, sehingga merasa nyaman dengan tingkah sang merak.

Tanpa terlena pangeran Kelana kemudian segera mengambil cambuk sakit miliknya dan menyabet tubuh singa tersebut.

Rupanya baru disadari jika singa tadi merupakan jelmaan dari Pangeran Singabarong, dan karena disabet cambuk sakti tubuh merak menyatu dengan tubuh singa ganas jelmaan Singabarong tersebut.

Disinilah Pangeran Kelana bisa mendapatkan hewan  berkepala dua, yakni hewan berbadan singa dan memiliki satu kepala lagi dari merak kesayanganya.

Singa pun takluk dan akhirnya hanya Pangeran Kelana yang mengikuti sayembara dan melangsungkan pertunjukan sesuai keinginan sang putri. Hadirnya pertunjukan ini kelak menjadi asal usul reog ponorogo yang sangat termasyur.

Sejarah Asal Usul Reog Ponorogo

asal usul reog ponorogo

Menilik cerita dibalik asal usul reog ponorogo tentu diketahui bahwa ada banyak versi dan cerita di atas adalah yang cukup terkenal.

Namun masyarakat Ponorogo juga memiliki cerita populer yang melatar belakangi kesenian reog ini, yakni berkisah dari pemberontakan Ki Ageng Kutu terhadap Kerajaan Majapahit.

Pada masa tersebut dipimpin oleh Bhre Kertabumi yang menjadi raja terakhir di Majapahit.

Ki Ageng Kutu sadar jika perlawanan terhadap Majapahit akan berakhir sia-sia karena kalah kekuatan maka beliau menyampaikan protes dan sindiran lewat kesenian reog.

Pertama kali dipentaskan di depan Bhre Kertabumi dan memperkenalkan ratusan pasukan kuda dengan karakter utama Singobarong.

Singobarong inilah yang terlihat magis selama pertunjukan karena beratnya sudah lumayan dan pemainya masih memanggul wanita di atas kepalanya.

Perlahan kesenian ini terus berkembang dan mulai dipentaskan di berbagai pertunjukan untuk seni budaya maupun upacara adat. Sampai sekarang reog masih mudah dijumpai baik di acara televisi maupun langsung di pertunjukan tepi jalan.

Mengenal Warok dalam Reog Ponorogo

Berkisah dari pemberontakan Ki Ageng Kutu inilah maka di dalam pertunjukan reog terdapat tokoh sentral bernama Warok. Warok sendiri merupakan lambang dari para sesepuh di masyarakat kerajaan yang terbilang dekat dengan dunia spiritual.

Karakter ini menjadi bagian dari pemberontakan tersebut untuk menyampaikan jika aksinya mendapatkan restu dari para Warok setempat.

Tokoh Warok yang dihormati karena menjadi tempat bertanya mengenai dunia spiritual menjadi kekuatan masyarakat tempo dulu. Dalam pertunjukan reog karakternya pun mampu berkomunikasi apik dengan Singobarong dan menjadi peredam amarahnya.

Warok dalam pertunjukan reog sendiri juga punya peran penting untuk menjadi bagian dari pasukan pemberontakan yang berpegang teguh membela kebenaran.

Reog Ponorogo di Zaman Sekarang

Tokoh Warok masih bertahan hingga kesenian reog modern seperti sekarang, hanya saja memiliki kesan mistis pada penampilanya. Sebab identik dengan wajah ditumbuhi brewok lebat di sepanjang garis rahang dan memakai pakaian serba hitam.

Mayoritas Warok memiliki kesaktian melebihi manusia normal pada umumnya dan berkaitan dengan dunia spiritual, sehingga beda tipis dengan diskripsi seorang dukun sakti.

Dalam kesenian reog sendiri terdapat satu Warok asli Ponorogo yang sangat terkenal yakni Warok Wasni Gunopati. Sering pula dijuluki Mbah Wo Kucing, yang memang selalu ikut ambil bagian dalam pertunjukan reog pada masanya.

Meskipun dikenal punya kemampuan gaib namun Warok bukanya dukun dengan ilmu yang membuatnya takabur. Sebab Warok memiliki tujuan memberi perlindungan tanpa pamrih, sehingga jangan salah dalam memahami asal usul reog ponorogo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *